NGANJUK,UPDATENEWSTV– Pihak kepolisian mengkonfirmasi bahwa terduga pelaku pembunuhan di Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk merupakan anak angkat korban dan pacarnya.
Hal itu dijelaskan oleh Wakapolres Nganjuk, Kompol Didid Wahyu Agustyawan, saat konferensi pers di Mapolres Nganjuk pada Kamis (16/7/2026) sore.
Terduga pelaku yang DM (19) yang merupakan anak angkat korban, diamankan bersama pria yang diduga kekasihnya yakni NJS (28) yang merupakan warga Tanjunganom Nganjuk, saat mencoba untuk melarikan diri.
Kompol Didid mengatakan, kedua terduga pelaku di wilayah Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarj pada Kamis (16/7/2026) dini hari, atau 10 jam setelah jasad korban ditemukan.
“Dalam waktu 10 jam sejak penemuan jasad korban, tim berhasil mengamankan dua orang terduga pelaki di wilayah Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di Jalan Jenderal S. Parman,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengamankan beberapa barang bukti seperti satu buah cangkul dan satu buah sepeda motor Honda Vario hitam nopol AD 3872 DAC, satu buah hoodie warna putih, serta satu unit handphone merk Itel.
Sementara di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa satu buah terpal warna biru, satu buah celana pendek warna hitam, satu buah kaos warna hiyam, dua utas tali tampar, dan satu utas tali pramuka.
Saat ini, kedua terduga pelaku bersama barang buktinya telah diamankan di Mapolres Nganjuk guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
“Selanjutnya kedua terduga pelaku bersama barang bukti diamankan ke Unit Pidana Umim Satreskrim Polres Nganjuk untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” tuturnya.
Kompol Didid menambahkan, motif terduga pelaku DM ialah karena emosi yang terpendam akibat pola asuh yang dinilainya terlalu keras.
Selain itu, DM juga mengaku sakit hati lantaran baru mengetahui bahwa dirinya ternyata bukan anak kandung korban.
“Berdasarkan keterangan yang diperoleh, DM mengaku sejak kecil dibesarkan dengan pola asuh yang sangat keras, baik secara verbal maupun fisik,” ujarnya.
“Emosi yang selama ini dipendam kemudian memuncak setelah DM mengetahui bahwa dirinya merupakan anak angkat,” sambungnya.
Sementara itu, terduga pelaku NJS mengaku dirinya merasa sakit hati karena hubungannya dengan DM tak direstui oleh korban.
NJS juga mengaku bahwa dirinya sempat dijanjikan sejumlah uang, yang langsung ia iyakan lantaran kondisi ekonomi keluarga yang terlilit hutang.
“NJS memiliki motif karena hubungan dengan pasangannya tidak mendapat restu dari keluarga dengan alasan kondisi ekonomi keluarganya yang kurang mampu,” ujarnya.
Sebelumnya, jenazah pria berinisial G (53) ditemukan terkubur dalam gundukan tanah di halaman belakang rumahnya yang berada di Dusun Nanggungan Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk pada Rabu (15/7/2026).
Sebelum ditemukan meninggal dunia, warga sekitar sempat mendengar teriakan minta tolong korban pada Senin (13/7/2026) siang sekitar pujul 14.00 WIB.
Sejak saat itu, anak asuh yang hidup bersama korban melaporkan kepada warga sekitar bahwa ayah angkatnya hilang meninggalkan rumah.
Kecurigaan warga semakin menguat saat warga sekitar melihat kekasih anak korban datang ke rumah korban dengan membawa sebilah cangkul pada Selasa (14/7/2026) pagi.
Serangkaian peristiwa penuh misteri ini membuat warga mencoba mencari keberadaan korban dan memeriksa sejumlah lokasi di sekitar rumah korban, hingga menemukan korban dalam kondisi meninghal dunia.
(TIM)



























