
Nganjuk | Updatenewstv- Jembatan Kedungdowo yang menghubungkan Desa Kedungdowo dan Kelurahan Begadung, Kabupaten Nganjuk, ambruk pada Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa ini langsung memutus jalur utama antarwilayah dan membuat warga harus memutar melalui jalur alternatif.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi, sebelum ambruk total, jembatan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan pada sisi selatan. Namun pada saat kejadian, badan jembatan tak mampu menahan beban hingga akhirnya runtuh ke dasar sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, mengungkapkan ada satu sepeda motor yang sempat berada di atas jembatan saat konstruksi runtuh.
Pengendara berhasil selamat tanpa mengalami luka. Motor itu berada di atas jembatan tepat sebelum ambruk,” jelas Sutomo.
Ia menegaskan bahwa jembatan sebenarnya sudah lama diberi tanda larangan melintas karena kondisinya dinilai membahayakan keselamatan. Namun sebagian warga masih melintasi jembatan karena menjadi jalur tercepat.
BPBD bersama tim gabungan langsung menangani lokasi kejadian tak lama setelah laporan diterima.
Kami memasang garis pengaman untuk mencegah warga mendekat dan memastikan tidak ada aktivitas di sekitar lokasi runtuhan,” kata Sutomo.
Meski jembatan tersebut merupakan akses utama, warga masih dapat melintas dengan memanfaatkan jalur alternatif dengan rute sedikit lebih jauh.
Sutomo mengimbau warga Desa Kedungdowo dan Kelurahan Begadung untuk tidak mengambil risiko dengan mencoba melintasi jembatan yang sudah ambruk.
Keselamatan yang utama. Kami harap masyarakat tetap berhati-hati beraktivitas di sekitar lokasi,” pesannya.
BPBD Kabupaten Nganjuk juga telah melaporkan kejadian ini ke BPWS untuk mendapatkan tindak lanjut perbaikan sesegera mungkin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan tambahan. Sementara itu, warga berharap proses perbaikan segera dilakukan mengingat jembatan tersebut merupakan nadi mobilitas harian masyarakat.
(Ricko)























