BLITAR | UPDATENEWSTV – PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, selamat, nyaman, dan tepat waktu. Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Deputy 7 Madiun, Alam Prasetyo bersama Manager Operasi dan Manager Jalan Rel dan Jembatan (JJ) Daop 7 Madiun, melaksanakan kegiatan Tilik Lintas antara Stasiun Blitar hingga Stasiun Talun.
Kegiatan pengawasan langsung ini difokuskan pada pengecekan menyeluruh terhadap berbagai aspek operasional dan pelayanan, di antaranya:
• Kelaikan Infrastruktur: Pengecekan kondisi track (jalur rel), sistem persinyalan, serta kondisi jalur kereta api agar senantiasa handal dan bebas dari gangguan.
• Keselamatan Perlintasan: Pemeriksaan kondisi perlintasan sebidang serta penertiban lingkungan di sekitar jalur rel.
• Fasilitas & Bangunan: Peninjauan fasilitas pelayanan, kebersihan stasiun, serta bangunan stasiun.
• Administrasi: Pemeriksaan administrasi Perka (Perjalanan Kereta Api).
Di sela-sela kegiatan pemeriksaan, Deputy 7 Madiun memberikan sejumlah arahan penting kepada seluruh petugas di lapangan. Ia menekankan agar setiap pegawai senantiasa bertugas sesuai dengan regulasi dan mematuhi SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku.
“Implementasi budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) harus terus dijalankan agar kebersihan lingkungan kerja tetap terjaga. Selain itu, pastikan perawatan sarana, prasarana, dan alat kerja dilakukan secara berkala,” tegas Deputy 7 Madiun.
Tinjau Pembangunan Gardu JPL 172
Sebagai rangkaian penutup kegiatan tilik lintas, Deputy 7 Madiun beserta rombongan berkesempatan meninjau langsung progres pembangunan gardu JPL 172 di Km 112+3/4 antara Stasiun Talun–Garum.
Pembangunan pos penjagaan perlintasan sebidang (JPL) baru ini merupakan bagian dari program strategis perusahaan, di mana secara keseluruhan nantinya akan ada 13 titik pembangunan JPL baru guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun para pengguna jalan raya.
Adapun ke-13 titik JPL tersebut adalah:
1. JPL 295 Km 200+303 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Minggiran-Papar;
2. JPL 299A Km 206+105 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Papar-Purwoasri;
3. JPL 301 Km 210+243 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Purwoasri-Kertosono;
4. JPL 303 Km 211+793 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Purwoasri-Kertosono;
5. JPL 294A Km 199+645 Lintas Bagor- Kertosono petak jalan antara Stasiun Minggiran-Papar;
6. JPL 171 Km 111+973 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Talun-Garum;
7. JPL 172 Km 112+389 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Talun-Garum;
8. JPL 174 Km 113+137 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Talun-Garum;
9. JPL 182 Km 117+186 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan anatara Stasiun Garum-Blitar;
10. JPL 209 Km 130+327 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Blitar-Rejotangan;
11. JPL 224 Km 141+882 Lintas Bagor –Kertosono petak jalan antara Stasiun Rejotangan-Ngunut;
12. JPL 218 Km 138+131 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Rejotangan-Ngunut dan
13. JPL 242 Km 152+437 Lintas Bagor-Kertosono petak jalan antara Stasiun Sumbergempol –Tulungagung.
“Kegiatan Tilik Lintas ini merupakan bentuk komitmen nyata jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun dalam memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari kelaikan infrastruktur jalur rel, fasilitas stasiun, hingga sistem persinyalan, berada dalam kondisi yang handal dan aman. Selain itu, peninjauan progres pembangunan gardu JPL di 13 titik strategis wilayah Daop 7—termasuk JPL 172 antara Talun–Garum—menunjukkan keseriusan kami dalam meningkatkan keselamatan, baik bagi perjalanan kereta api maupun para pengguna jalan raya. Melalui pengawasan ketat dan kepatuhan terhadap SOP ini, kami ingin memastikan budaya keselamatan (safety culture) terus terjaga demi mewujudkan perjalanan KA yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan.” tutup Tohari, Manager humas Daop 7 Madiun.




























