MADIUN, UPDATENEWSTV— Musim giling tebu tahun 2026 menjadi momentum bagi para petani dan pelaku usaha gula di Jawa Timur untuk memperkuat komitmen dalam mendukung program swasembada gula nasional. Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Jawa Timur bersama sejumlah stakeholder pergulaan mendorong peningkatan produksi sekaligus kualitas tebu yang dihasilkan petani.
Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan dengan mendorong petani tebu untuk menjaga produktivitas tanaman serta meningkatkan kualitas bahan baku yang akan masuk ke pabrik gula. Upaya ini dinilai penting untuk mendukung peningkatan produksi gula dalam negeri.
Petani tebu di Kabupaten Madiun juga diharapkan dapat menerapkan pola budidaya yang lebih efektif dan efisien. Dengan pengelolaan tanaman yang baik, produktivitas tebu diharapkan meningkat sehingga mampu memberikan hasil yang optimal saat memasuki masa panen dan giling.
APTRI Jawa Timur bersama jajaran pabrik gula PT SGN juga menekankan pentingnya sinergi antara petani, pabrik gula, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar proses produksi, mulai dari budidaya tebu hingga pengolahan menjadi gula, dapat berjalan secara maksimal.
Selain produktivitas, kepastian penyerapan hasil panen dan dukungan terhadap petani menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pergulaan. Kondisi usaha yang kondusif diharapkan mampu memberikan kepastian bagi petani sekaligus memperkuat industri gula nasional.
Ketua APTRI Jawa Timur menyampaikan bahwa petani tebu mempunyai posisi penting dalam pencapaian target swasembada gula. Karena itu, peningkatan hasil produksi harus berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan kualitas tebu.
“Momentum giling tebu tahun 2026 ini menjadi semangat bagi kami untuk bersama-sama mendukung program swasembada gula nasional. Petani tebu siap meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu serta terus bersinergi dengan seluruh pihak,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan swasembada gula tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga perlu diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan petani. Kepastian usaha dan tata kelola pergulaan yang baik menjadi faktor penting agar sektor tebu dapat terus berkembang.
Sektor pergulaan juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri gula.
APTRI Jawa Timur berharap musim giling tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat industri gula dalam negeri. Melalui kerja sama antara petani, pabrik gula, pemerintah, dan stakeholder lainnya, produksi gula nasional diharapkan terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap gula dari luar negeri dapat ditekan.
APTRI JAWA TIMUR: PETANI TEBU BERGERAK, PRODUKSI MENINGKAT, SWASEMBADA GULA NASIONAL SEMAKIN KUAT.
(Tim)























