REVITALISASI SEKOLAH, 246 SISWA SDN 2 PLOSO NGANJUK PINDAH BELAJAR KE GUDANG KDKMP

NGANJUK, UPDATENEWSTV – Proses belajar mengajar ratusan siswa SDN 2 Ploso, Kabupaten Nganjuk, untuk sementara dialihkan ke gudang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Ploso. Kebijakan tersebut dilakukan menyusul adanya pekerjaan revitalisasi gedung sekolah yang mulai berlangsung pada Senin (12/10/2026).

Kepala SDN 2 Ploso, Dewi Choiria, menjelaskan bahwa sebanyak 246 siswa dari kelas 1 hingga kelas 5 mengikuti kegiatan pembelajaran di lokasi sementara tersebut. Sementara itu, 59 siswa kelas 6 ditempatkan di gedung madrasah agar kegiatan belajar tetap berjalan selama proses revitalisasi berlangsung.

“Total murid kami ada 305. Yang kelas 6, ada 59 siswa kita tempatkan di gedung madrasah. Nah sisanya, 246 siswa, belajar di KDKMP Ploso ini,” ungkap Dewi.

Bacaan Lainnya

Ia menerangkan, pemanfaatan gudang KDKMP sebagai tempat belajar sementara telah melalui prosedur perizinan. Pihak sekolah terlebih dahulu mengirimkan surat kepada Kodim Nganjuk, kemudian melanjutkan koordinasi dengan pengelola KDKMP Ploso.

Menurut Dewi, lokasi tersebut dipilih karena memiliki area yang cukup luas untuk menampung kegiatan pembelajaran hingga perbaikan gedung sekolah selesai. Revitalisasi diperkirakan berlangsung sampai akhir tahun 2026 sehingga para siswa diharapkan dapat kembali belajar di ruang kelas pada awal tahun mendatang.

“Karena sekolah kami direvitalisasi, sehingga proses belajar mengajar dipindahkan ke sini. Kami mengajukan izin di sini, karena tempatnya cukup luas, dan bisa dipakai sampai nanti revitalisasi selesai. Kira-kira sampai akhir tahun ini. Jadi awal tahun kami sudah kembali ke ruang kelas,” papar Dewi.

Meski demikian, kegiatan belajar di gudang KDKMP memiliki sejumlah penyesuaian dibandingkan pembelajaran di ruang kelas pada umumnya. Durasi belajar tidak berlangsung secara penuh seperti biasanya, sedangkan metode pembelajaran dibuat lebih interaktif karena fasilitas yang tersedia terbatas dan tidak dilengkapi papan tulis.

“Prosesnya para murid lesehan. Pakai meja belajar yang lipat itu,” tambah Dewi.

Sementara itu, Manajer KDKMP Ploso, Elfreda Rasyid, mengatakan bahwa area yang digunakan untuk kegiatan pendidikan tersebut merupakan bagian gudang koperasi. Penggunaan tempat itu telah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak sebelum memperoleh persetujuan.

“Jadi sebelumnya pihak sekolah bersurat ke Kodim. Kemudian ditemukan ke kami. Lalu kami berkoordinasi dengan Agrinas, hingga mendapat izin dari sana,” ungkap Rasyid.

Ia menyebut, pihak Agrinas memberikan izin pemanfaatan gudang untuk kegiatan belajar mengajar dengan ketentuan aktivitas tersebut tidak menghambat distribusi barang. Pasalnya, KDKMP Ploso ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026.

“Agrinas mengizinkan, dengan syarat, asal tidak mengganggu aktivitas droping barang. Karena sesuai target, akhir Oktober ini, KDKMP di sini harus sudah beroperasi,” papar Rasyid.

Pelaksanaan pembelajaran hari pertama di lokasi sementara tersebut turut dipantau oleh Danramil 01 Nganjuk, Kapten Inf Hadi Kuswantoro, bersama Lurah Ploso, Aswin Nizamiar.

Dengan penggunaan gudang KDKMP sebagai tempat belajar sementara, kegiatan pendidikan bagi ratusan siswa SDN 2 Ploso diharapkan tetap berjalan selama gedung sekolah menjalani revitalisasi.

(Tim)

Pos terkait