NGANJUK, UPDATENEWSTV– Polres Nganjuk berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua terduga pelaku yakni DM (19) dan NJS (28) diduga dengan sengaja melakukan rencana pembunuhan terhadap G (53) yang merupakan ayah angkat terduga pelaku DM.
Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sulaca saat gelaran konferensi pers di Mapolres Nganjuk pada Kamis (16/7/2026) sore.
AKP Sukaca menjelaskan, kedua terduga pelaku telah merencanakan perbuatan kejinya sejak Sabtu (11/7/2026) lalu.
“Sebelum melakulan eksekusi, kedua pelaku sudah merencanakan. Kemudian dari perencanaan itu dilaksanakan hari Senin jam 15.00 WIB, kata AKP Sukaca.
AKP Sukaca menjelaskan, kedua korban memiliki peran masing-masing dalam melakukan tindak pidana pembunuhan ini.
AKP Sukaca menjelaskan, saat melakukan aksinya, terduga pelaku DM membekap mulut korban dari belakang, lalu terduga pelaku NJS berdiri di depan korban.
Selanjutnya, NJS menjegal korban hingga terjatuh, lalu NJS memegang kaki korban agar korban tidak bisa bergerak.
“Kemudian DM yang sudah menyiapkan alat berupa palu memukul kepala korban tiga kali,” ujar AKP Sukaca.
“Setelah dipukul kemudian DM mengeksekusi korban dengan cara menusuk bagian perut sebanyak satu kali,” sambungnya.
Tak puas dengan menikam korban, DM selanjutnya menggorok leher korban hingga akhirnya korban meninggal dunia.
Menurut AKP Sukaca, hasil autopsi menunjukkan bahwa korban meninggal dunia akibat urat nadi lehernya terputus.
“Hasil autopsi saya sampaikan bahwa kematian korban disebabkan urat nadi yang terputus dileher,” jelas AKP Sukaca.
Setelah korban meninggal dunia, kedua terduga pelaku memindahkan jenazah korban ke belakang rumah pada hari yang sama pada pukul 19.00 WIB, sebelum akhirnya korban dikubur di lokasi yang sama.
AKP Sukaca menyebut, alat-alat yang digunakan dalam aksi sadis tersebut merupakan milik terduga pelaku yang telah disiapkan sebelumnya.
Ia menambahkan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mencari alat bukti lain yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
(TIM)


























