
Nganjuk | Updatenewstv- Keberadaan embung yang seharusnya menjadi penopang utama pengairan ratusan hektare lahan pertanian di Desa Cerme, Kecamatan Pace, kini justru memunculkan ironi. Alih-alih terisi udara, area embung tersebut berubah menjadi hamparan padi yang tumbuh subur dan hijau.
Penangkalan yang terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu menjadi penyebab utama hilangnya fungsi vitalnya. Kepala Desa Cerme, Iking Eduan Saputro, mengungkapkan bahwa pihak desa telah berulang kali mengajukan permohonan normalisasi sejak 2020, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
Sudah kami usulkan normalisasi sejak 2020, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujar Iking saat ditemui media, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, embung yang berada di bawah kewenangan Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur tersebut sejatinya dirancang sebagai cadangan udara bagi petani, khususnya pada musim kemarau. Namun sedimentasi yang kian parah membuat daya tampung udara menurun drastis, hingga akhirnya lahan tersebut dimanfaatkan warga untuk cocok ditanami.
Awalnya, embung ini menjadi tumpuan harapan petani Desa Cerme dan wilayah sekitar. Air yang tersimpan diharapkan mampu mengalir ke sawah-sawah ketika hujan berhenti turun. Kini, harapan itu perlahan memudar seiring berubahnya embung menjadi lahan pertanian musiman.
Menangapi isu yang beredar di masyarakat terkait dugaan sewa lahan sebesar Rp 2 juta, Iking menegaskan bahwa embung tersebut bukan aset desa.
Itu bukan milik desa maupun pengairan lokal, tapi aset PU Pengairan Provinsi. Kami tidak menyuruh warga menanam, tapi juga tidak melarang,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan warga agar siap menerima konsekuensi apabila sewaktu-waktu pihak PU Pengairan Provinsi melakukan normalisasi. “Kalau nanti dilakukan normalisasi, semua harus siap. Itu hak mereka sebagai pengelola,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Pace, Noordian Saputro, membenarkan bahwa pemerintah desa berada pada posisi tidak melarang sekaligus tidak memberikan izin resmi terhadap aktivitas pertanian di kawasan embung tersebut. Dengan demikian, segala risiko menjadi tanggung jawab warga yang memanfaatkan lahan.
Kami berharap tidak muncul permasalahan sebelumnya. Selama ini Desa Cerme dikenal kondusif dan tertib dalam menyelenggarakan pemerintahan,” tutupnya.
(Tim)






















