Nganjuk, updatenews – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, disambut antusias oleh masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut diyakini akan menjadi nadi baru penggerak perekonomian warga, khususnya bagi petani.
Selama bertahun-tahun, akses penghubung Dusun Genjeng ke Dusun Jampes, maupun akses ke area pertanian dinilai kurang maksimal. Warga harus memutar cukup jauh untuk membawa hasil pertanian maupun menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan dibangunnya Jembatan Perintis Garuda, mobilitas masyarakat kini diproyeksikan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.
Sejumlah warga mengaku optimistis pembangunan jembatan itu akan membawa dampak besar terhadap peningkatan ekonomi desa. Selain mempermudah distribusi hasil panen, akses menuju ke dusun lain dan fasilitas umum juga menjadi lebih mudah dijangkau.
“Kalau jembatan ini selesai, tentu sangat membantu warga. Petani tidak perlu lagi memutar jauh saat mengangkut hasil panen. Ongkos transportasi juga bisa lebih hemat,” ujar Triono salah satu warga Desa Genjeng.
Triono mengaku, sebelum di bangun jembatan Peristis Garuda yang di programkan Presiden Prabowo melalui TNI warga dan petani untuk menuju area persawahannya harus menyeberangi sungai, bahkan kalau debit air sungai naik, petani basah – basahan karena air sungai naik hingga dada orang dewasa.
“Kalau petani atau warga yang takut harus memutar lebih jauh kurang lebih tiga kilo meter,” tambah Triono.
Tak hanya sektor pertanian, keberadaan jembatan juga diprediksi aktivitas ekonomi masyarakat diperkirakan tumbuh seiring meningkatnya arus lalu lintas pertanian warga.
Pemandangan warga yang harus berbasah-basahan menyeberangi sungai saat mengangkut hasil panen mulai menghilang. Jembatan kabel Perintis Garuda dengan panjang 18 meter dan lebar 1,8 meter yang kokoh memungkinkan kendaraan roda dua maupun warga saat mengangkut hasil panen melintas setiap saat tanpa terpengaruh cuaca.
“Untuk sekarang ini pemandangan itu terkikis mulai hilang dan petani bakal tidak akan pengaruh cuaca maupun debit air sungai jika pergi ke sawah,” akui Triono, Sabtu (9/5/2026) kemarin.
Keberadaan jembatan Perintis Garuda tidak sekadar mempermudah perjalanan, tetapi juga memangkas biaya logistik secara signifikan.
Sementara Kepala Desa Genjeng Lausin juga menyampaikan, atas program Bapak Presiden Prabowo melalui TNI yang telah memberikann dampak signifikan terhadap warga pedesaan.” Alhamdulillah, warga kami merasa terbantu dan optimis akan menambah nadi baru ekonomi,” ucap Lausin.
“Jembatan ini bukan cuma kabel, tapi harapan bagi kami agar Desa Genjeng tidak lagi terisolasi. Sekarang mau ke area pertanian atau ke desa lain hitungan menit saja,” kata Lausin, Kepala Desa Genjeng.
Dengan konektivitas yang semakin baik, Desa Genjeng di Kecamatan Loceret diprediksi akan menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Nganjuk selatan.
“Terima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan TNI terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok. Kami mewakili aspirasi masyarakat pemerintahan desa menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bukti nyata program pembangunan yang menyentuh akar rumput,”beber Lausin.
Lebih lanjut Kepala Desa Genjeng menambahkan, bahwa proyek ini merupakan jawaban atas doa panjang warga yang mendambakan akses transportasi layak. Karena hampir 25 tahun berproses baru sekarang ini terealisasi. Sebanyak 635 jiwa dari 275 kepala keluarga bakal terdampak positif dan nadi baru ekonomi warda terangkat.
“Melalui dukungan pembangunan ini, desa kami kini memiliki akses yang bermartabat. Ini bukan sekadar jembatan, tapi urat nadi ekonomi yang akan membawa kemakmuran bagi anak cucu kami ke depan,” tegas Lausin.
Dengan selesainya nanti proyek ini, masyarakat bersama pemerintahan desa berkomitmen untuk menjaga aset negara tersebut sebaik mungkin agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh elemen masyarakat di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.***























