NGANJUK|UPDATENEWSTV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Nganjuk kembali mendeteksi lima titik panas (hotspot) di kawasan Puncak Gunung Wilis. Titik panas tersebut berada di sekitar Puncak Tapan 11, Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.
Prakirawan BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, menjelaskan bahwa kelima titik panas yang terpantau memiliki tingkat kepercayaan sedang.
“Saat ini terpantau ada lima titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang di kawasan tersebut,” ujar Setiyaris.
Ia memperkirakan pergerakan api berpotensi mengarah ke barat-barat daya, atau menurun menuju wilayah Desa Bareng. Berdasarkan hasil pengamatan visual, kepulan asap masih terlihat di sekitar Puncak Tapan 11 karena api belum sepenuhnya padam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran kecepatan angin di kawasan itu diperkirakan dapat mencapai sekitar 20 kilometer per jam. Hembusan angin berpotensi membuat api kembali membesar dan menyebar ke area yang lebih luas.
Selain itu, BMKG Juanda juga telah mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk wilayah Jombang, Kediri, dan Nganjuk. Kondisi angin kencang yang disertai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai dapat menyulitkan proses pemadaman.
“Untuk wilayah Nganjuk, adanya angin kencang ditambah kebakaran ini bisa membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” jelas Setiyaris.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menyampaikan bahwa pihaknya bersama sejumlah unsur terkait telah melakukan upaya pemadaman di kawasan Gunung Wilis.
Menurut Sutomo, kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan membuat petugas harus melakukan pemadaman secara manual. Upaya tersebut dilakukan menggunakan alat semprot, teknik gepyok api, serta penyekatan untuk menghambat perluasan kebakaran.
“Karena memang alat-alat kita tidak bisa mengakses ke sana, jadi pemadaman dilakukan secara manual dengan gepyok,” kata Sutomo.
Ia menambahkan, BPBD bersama unsur terkait terus memantau perkembangan titik api di kawasan tersebut guna mengantisipasi kemungkinan kebakaran meluas.
Mengingat kawasan Tapan 11 merupakan salah satu destinasi wisata sekaligus jalur pendakian, para pendaki dan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diimbau menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.
(TIM)




























