NGANJUK, UPDATENEWSTV – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, kembali dilakukan secara terpadu. Ratusan personel dari berbagai unsur diterjunkan untuk memadamkan titik api sekaligus membuat penyekatan agar kobaran tidak menjalar lebih luas.
Sebanyak sekitar 400 personel gabungan mengikuti apel kesiapsiagaan yang digelar di Balai Desa Ngliman, Jumat (18/9/2026) pagi. Apel dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M.
Personel yang terlibat berasal dari Polres Nganjuk, TNI, BPBD, Forkopimda, pemerintah desa, serta relawan dari sejumlah elemen masyarakat. Mereka disiapkan untuk bergerak ke sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penanganan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, S.T., Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa keterlibatan personel lintas instansi merupakan upaya bersama untuk mengendalikan karhutla sekaligus mengantisipasi meluasnya area yang terbakar.
“Yang paling utama adalah keselamatan personel. Kami bersama seluruh unsur terkait melakukan pemadaman dan penyekatan pada jalur-jalur api agar kebakaran tidak semakin meluas. Karena kondisi di kawasan hutan dan faktor angin harus terus kami waspadai,” ujar Kapolres Nganjuk.

Setelah apel selesai, personel kemudian diarahkan menuju titik penanganan yang telah ditentukan. Sedikitnya terdapat empat ploting yang menjadi lokasi pemberangkatan tim, yakni Ngangkrok, Nunut, Candi Laras dan Lungur Cilik.
Sekitar pukul 08.00 WIB, tim gabungan mulai bergerak menuju masing-masing ploting dengan membawa perlengkapan serta bekal yang telah dipersiapkan. Selain berupaya memadamkan api, petugas juga membuat ilaran atau penyekatan alur api untuk memperlambat penyebaran kebakaran.
Dari hasil pemantauan hotspot pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB, ditemukan 13 titik panas di kawasan Puncak Gunung Wilis. Sebanyak 11 titik terpantau berada di wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, sedangkan dua titik lainnya berada di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.
Jumlah hotspot di wilayah Ngliman tersebut menurun dibandingkan hasil pemantauan sehari sebelumnya yang mencapai 27 titik. Kendati demikian, kepulan asap masih terlihat di kawasan Puncak Gunung Wilis sehingga penanganan dan pemantauan tetap dilakukan secara intensif.
Kondisi udara di sekitar lokasi berdasarkan pemantauan tercatat berupa haze dengan suhu sekitar 22 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 75 persen. Angin bergerak dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 6 kilometer per jam, sedangkan hembusan sesaat tercatat mencapai 15 kilometer per jam.
Kapolres menegaskan bahwa kondisi angin menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan selama proses penanganan. Perubahan arah maupun kecepatan angin dapat memengaruhi arah pergerakan asap dan potensi penyebaran api.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran, terutama kawasan hutan dan jalur pendakian di sekitar Gunung Wilis. Jika melihat api atau kepulan asap yang semakin meluas, segera laporkan kepada petugas dan ikuti arahan resmi dari pihak berwenang,” pungkasnya.

Pemberangkatan personel untuk melakukan pemadaman dan penyekatan alur api berlangsung aman dan kondusif. Penanganan karhutla akan terus dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas maupun masyarakat di sekitar kawasan terdampak.
(Tim)
























