KEDIRI–UPDATENEWSTV – Inzia Mini Soccer menghadirkan Inzia Super League (ISL), kompetisi mini soccer yang diklaim sebagai liga pertama di wilayah Karisidenan Kediri. Sebanyak 13 tim dipastikan ambil bagian dalam kompetisi yang akan berlangsung di Inzia Mini Soccer, Kota Kediri, mulai 8 Agustus hingga akhir November 2026 dengan total hadiah mencapai Rp16 juta.
Ketua Panitia ISL, Vicky Abdila, mengatakan kompetisi tersebut dirancang sebagai wadah bagi pecinta mini soccer yang menginginkan atmosfer pertandingan layaknya liga profesional. Meski berstatus kompetisi amatir, penyelenggaraan dibuat seprofesional mungkin, mulai dari penyusunan jadwal, pencatatan hasil pertandingan hingga penggunaan wasit berlisensi.
“Ini liga mini soccer pertama di Karisidenan Kediri. Terbuka untuk umum, jadi semua pemain, mulai dari amatir sampai profesional, boleh bergabung. Tinggal bagaimana kreativitas masing-masing tim dalam merekrut pemain,” ujar Vicky.
Kompetisi menggunakan format full league, di mana setiap tim akan bertanding satu kali setiap pekan dan juara ditentukan berdasarkan perolehan poin tertinggi hingga akhir musim.
ISL juga tidak memberlakukan batasan usia bagi peserta. Setiap tim diperbolehkan mendaftarkan maksimal 23 pemain, namun hanya 15 pemain yang dapat masuk daftar susunan pemain pada setiap pertandingan. Menurut Vicky, aturan tersebut memberi keleluasaan bagi tim untuk melakukan rotasi pemain selama kompetisi berlangsung.
“Kalau ada pemain yang belum bisa tampil di satu pekan, masih bisa dimainkan pada pekan berikutnya. Karena itu kami memberikan kuota 23 pemain agar setiap tim memiliki cadangan untuk rotasi selama liga berjalan,” katanya.
Hingga penutupan pendaftaran, sebanyak 13 tim telah memastikan diri mengikuti ISL. Setelah pendaftaran ditutup, panitia menggelar sesi question and answer (Q&A) bersama seluruh ofisial tim untuk menjelaskan sistem kompetisi sekaligus menjawab berbagai pertanyaan terkait regulasi pertandingan.
Selain itu, setiap tim akan dikenakan match fee sebesar Rp300 ribu setiap pertandingan. Vicky menjelaskan, konsep tersebut serupa dengan iuran yang biasa dikeluarkan tim saat menggelar laga sparing. Bedanya, seluruh jadwal pertandingan telah diatur panitia sehingga kompetisi berlangsung lebih terstruktur.
“Match fee itu digunakan untuk kebutuhan pertandingan, termasuk lapangan dan perangkat pertandingan. Kami juga melibatkan wasit berlisensi agar sportivitas dan profesionalisme tetap terjaga,” jelasnya.
Panitia menyediakan total hadiah Rp16 juta. Juara liga akan memperoleh trofi dan uang pembinaan Rp10 juta, runner-up mendapatkan uang pembinaan Rp5 juta, sedangkan pencetak gol terbanyak (top skor) berhak atas trofi dan uang pembinaan Rp1 juta.
Melalui penyelenggaraan Inzia Super League, Inzia Mini Soccer berharap dapat menghadirkan kompetisi mini soccer yang lebih terorganisasi, kompetitif, sekaligus menjadi wadah silaturahmi bagi komunitas dan pecinta mini soccer di Kediri dan sekitarnya.


























