
Nganjuk | Updatenewstv- Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat yang kurang mampu. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) disalurkan kepada dua warga di lokasi berbeda, Jumat (30/1/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam mewujudkan perumahan yang layak, aman, dan sehat, dengan mengedepankan semangat gotong royong serta kepedulian sosial.
Penyaluran bantuan pertama diberikan kepada Purwanti, warga Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom. Melalui Baznas Kabupaten Nganjuk, Purwanti menerima bantuan sebesar Rp10 juta yang akan digunakan untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang sebelumnya dinilai tidak memenuhi standar kelayakan .

Di lokasi lain, bantuan serupa juga diserahkan kepada Sumiati, warga Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot. Sumiati mendapatkan dukungan rekonstruksi rumah senilai Rp20 juta dari Baznas Kabupaten Nganjuk agar tempat tinggalnya menjadi lebih layak untuk pendidikan.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait rumah tidak layak huni. Menurutnya, kehadiran pemerintah menjadi penting, terutama ketika persoalan tersebut telah menjadi perhatian publik.

Begitu ada informasi dari masyarakat, apalagi yang sudah ramai dibicarakan, pemerintah harus segera turun tangan. Kita tindak lanjuti bersama Baznas dan pihak-pihak terkait,” ujar Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen.
Ia menjelaskan, keberhasilan penanganan RTLH tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Perlunya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, Baznas, sektor swasta melalui CSR, serta dukungan masyarakat.
Ini bukan hanya bantuan dari pemerintah daerah. Ada peran Baznas, CSR, dan donasi masyarakat agar rekonstruksi rumah warga bisa tuntas dan benar-benar layak huni,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Kang Marhaen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam menyelesaikan permasalahan sosial di Kabupaten Nganjuk.
Kuncinya ada di gotong royong. Dengan bergerak bersama, kita berharap rumah tidak layak huni di Nganjuk bisa terus dikurangi, bahkan dihilangkan,” tutupnya.
Sementara itu, Sumiati menyambut baik bantuan yang akan diterimanya dan menyatakan kesediaannya rumahnya berkontribusi.

Iya, boleh,” ucapnya singkat.
(Tim)






















