NGANJUK | UPDATENEWSTV – Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Kabupaten Nganjuk untuk mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Santri yang telah digelar selama satu bulan di Kabupaten Nganjuk.
Antusiasme peserta semakin bertambah dengan adanya beragam hadiah menarik yang disiapkan panitia. Salah satu hadiah utama yang paling dinantikan adalah paket ibadah umrah ke Tanah Suci, yang dipersembahkan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Assalam di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan secara resmi diberangkatkan oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Dengan mengibarkan bendera start, Kang Marhaen menandai dimulainya perjalanan ribuan peserta yang berasal dari berbagai kalangan.
Bupati Marhaen menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menargetkan keikutsertaan hingga 20 ribu peserta. Mereka berasal dari kalangan santri pondok pesantren, pelajar, masyarakat umum, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan.

Melalui momentum Hari Santri, Kang Marhaen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Nganjuk.
Ia juga mengingatkan pentingnya meneruskan semangat perjuangan para santri dan ulama terdahulu dalam mempertahankan kemerdekaan dengan mengisi kehidupan saat ini melalui berbagai kegiatan positif.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dan Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjoni. Ketua PCNU Nganjuk KH Moh Hasyim Afandi juga mengikuti kegiatan bersama Sekretaris PCNU Nganjuk Dr M Ali Anwar.
Sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan lainnya, termasuk perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan Muhammadiyah, turut meramaikan acara tersebut.
Pada kesempatan itu, Bupati Marhaen bersama KH Moh Hasyim Afandi mengambil kupon undian untuk hadiah utama paket umrah sekaligus menyerahkannya kepada peserta yang beruntung.
KH Hasyim berharap hadiah tersebut membawa keberkahan bagi penerimanya sekaligus menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Nganjuk Dr M Ali Anwar menjelaskan bahwa panitia tidak hanya menyediakan hadiah umrah. Berbagai hadiah lainnya juga disiapkan, mulai dari mesin cuci, lemari es, sepeda listrik, hingga puluhan hadiah hiburan.
Menurutnya, dukungan dari sejumlah perusahaan, lembaga jasa keuangan, instansi, serta berbagai pihak lainnya turut berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Nganjuk.
Lebih lanjut, keberadaan KBIHU Assalam di bawah naungan PCNU Nganjuk menjadi salah satu bentuk dukungan dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Nganjuk sendiri telah berlangsung selama satu bulan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.
Sejumlah agenda yang digelar di antaranya Cek Kesehatan Gratis (CKG) di pondok pesantren, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), bakti sosial pelayanan kesehatan hewan, serta pameran produk pertanian.
Selain itu, terdapat olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI), pelayanan administrasi kependudukan, lomba mewarnai tingkat TK dan RA yang diikuti sekitar 10 ribu peserta, pawai taaruf di berbagai kecamatan, serta layanan perpustakaan keliling dan festival hadrah tingkat SD dan SMP.
Pada 21 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan istigasah dan doa bersama yang dilaksanakan di seluruh kecamatan. Sehari berikutnya, upacara peringatan Hari Santri digelar di Alun-Alun Kabupaten Nganjuk.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian dalam rangkaian tersebut adalah drama kolosal yang melibatkan ratusan pemain dari unsur NU, LDII, dan Muhammadiyah. Pertunjukan itu mengangkat kisah perjuangan para kiai dan santri dalam melawan penjajah serta lahirnya Resolusi Jihad yang menjadi bagian penting sejarah Hari Santri.
Berbagai agenda lainnya juga turut menyemarakkan peringatan tahun ini, mulai dari Santri Youth Creative Festival, pemutaran film Sang Kyai dan Sang Pencerah, sepeda santai bersama kiai dan ulama, kontes ikan, hingga kegiatan penanaman pohon.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, panitia berharap semangat Hari Santri tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga mampu memperkuat persatuan, kebersamaan, serta kontribusi santri dan masyarakat bagi kemajuan daerah dan bangsa.
(Tim)


























