Nganjuk | Updatenewstv- Puluhan warga Dusun Bandung, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, punya cara tak biasa untuk menyuarakan keluhan mereka. Sayangnya karena jalan rusak tidak diperbaiki selama hampir satu dekade, warga menanam pohon pisang dan menebar ikan lele di kubangan jalan yang berlubang.
Aksi unik itu digelar pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Selain menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang, warga juga memasang spanduk berukuran 1 x 4 meter di beberapa titik. Spanduk tersebut berisi keluhan dan tuntutan agar pemerintah segera memperbaiki akses utama yang setiap hari mereka lalui.
Beberapa warga mengaku, selama kurang lebih 10 tahun terakhir jalan di Dusun Bandung tak pernah mendapat perbaikan berarti. Padahal, kondisinya sudah sangat memprihatinkan, dengan lubang menganga dan menampung udara saat hujan turun.
Mereka sudah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah desa, namun belum ada hasil. Karena sudah jengkel, akhirnya sepakat melakukan aksi.
Kubangan besar di tengah jalan bahkan disebut warga layak dijadikan kolam ikan. Dari situlah muncul ide menyebarkan lele sebagai bentuk sindiran agar pemerintah melihat langsung parahnya kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Aksi tersebut pun viral di media sosial, terutama di TikTok, dan langsung menyita perhatian publik.
Tak butuh waktu lama, aksi viralnya warga sampai ke telinga Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Sekitar pukul 10.30 WIB di hari yang sama, orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk itu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan.
Marhaen mengakui kondisi jalan memang rusak parah setelah ia berlayar langsung di Dusun Bandung.
Tadi pagi saya cek, sempat viral di TikTok jalan rusak di Dusun Bandung Desa Betet Ngronggot. Kita cek memang rusak benar menyalakannya. Saya masuk ke situ, memang parah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di kawasan tersebut terdapat jalan desa yang nantinya akan diserahkan terlebih dahulu kepada pemerintah daerah agar bisa diproses menjadi jalan kabupaten.
Marhaen memastikan perbaikan segera dilakukan, terutama menjelang Lebaran. Pemkab Nganjuk, kata dia, tengah menjalankan program “sapu bersih jalan berlubang” melalui tim Dinas Pekerjaan Umum.
Nanti kita intervensi. Jalan-jalan kita urut, kita overlay. Lumayan bagus nanti. Apalagi ini mendekati Lebaran. Kita butuh waktu sekitar dua setengah sampai tiga hari. Materi sudah jalan dan sudah mulai dikerjakan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika masih menemukan jalan berlubang di wilayahnya.
Dengan respon cepat tersebut, warga Dusun Bandung berharap aksi menanam pisang dan tebar lele menjadi yang terakhir. Mereka kini menunggu realisasi janji perbaikan agar akses utama desa kembali aman dan nyaman dilalui, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
(Ricko)




















