KEDIRI–UpdateNewstv – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berwawasan global melalui penyelenggaraan Summer Camp 2026 bersama National Yunlin University of Science and Technology (Yuntech) Taiwan. Memasuki tahun kedua, program ini tidak hanya menghadirkan kuliah tamu internasional dan kompetisi bisnis, tetapi juga membuka peluang beasiswa, magang, riset kolaboratif, serta mendorong promosi UMKM Kediri ke pasar internasional.
Kegiatan yang berlangsung di Cakrawala Mandala Nusantara, Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, diawali dengan Welcoming Party yang menyambut delegasi Yuntech terdiri atas tiga profesor dan 22 mahasiswa. Selama berada di Kediri, mereka mengikuti International Guest Lecture, Business Competition, hingga agenda pengenalan budaya dan potensi daerah.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNP Kediri, Amin Tohari, mengatakan Summer Camp merupakan bagian dari strategi kampus dalam memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.
“Summer Camp ini merupakan tahun kedua kolaborasi antara Yuntech Taiwan dan UNP Kediri,” ujarnya, Senin 7 Juli 2026.
Melalui kuliah tamu internasional, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai peluang studi lanjut, karier global, program beasiswa, dan magang di luar negeri. Para profesor Yuntech juga membagikan pengalaman serta strategi agar mahasiswa mampu bersaing memperoleh kesempatan tersebut.
“Mereka membahas mengenai peluang karier, serta peluang beasiswa atau magang (internship) di luar negeri. Pihak Yuntech memberikan tips dan trik persiapan yang matang agar mahasiswa dapat meraih beasiswa tersebut,” kata Amin.
Kolaborasi itu mulai membuahkan hasil. Tahun ini, Yuntech memberikan kuota beasiswa bagi dua mahasiswa UNP Kediri untuk mengikuti Taiwan Experiment and Education Program (TEEP).
“Tahun ini UNP Kediri mendapatkan apresiasi dari kegiatan Summer Camp tahun lalu berupa kuota beasiswa untuk dua orang mahasiswa guna mengikuti program TEEP di Yuntech Taiwan. Fakultas bersama program studi di FEB akan mengadakan tahapan seleksi internal untuk menyaring mahasiswa yang berkualitas,” ujarnya.
Menurut Amin, kemitraan UNP Kediri dan Yuntech telah berlangsung sejak 2023. Selain Summer Camp, kedua perguruan tinggi rutin menyelenggarakan International Class pada mata kuliah Strategic Management, bahkan dosen FEB UNP Kediri turut menjadi pengajar di kelas internasional tersebut.
“Yuntech merupakan salah satu kampus ternama dan berkualitas di Taiwan. Kerja sama ini sejalan dengan visi UNP Kediri untuk menjadi perguruan tinggi di tingkat regional, bahkan menjangkau wilayah di luar ASEAN,” katanya.
Perwakilan Yuntech Taiwan, Profesor Jen-Yuen Huang atau Jenny Huang, mengaku kepuasan terhadap penyelenggaraan Summer Camp tahun lalu menjadi alasan kampusnya kembali memilih UNP Kediri sebagai mitra.
“Tahun lalu saat pertama kali mendiskusikan program ini, kami sempat ragu apakah ini keputusan yang tepat. Namun, setelah melihat bagaimana UNP Kediri menyambut dan mengatur seluruh agenda dengan sangat baik, kami merasa sangat puas. Itulah mengapa kami memutuskan untuk kembali lagi tahun ini,” ujarnya.
Selain memperkuat kerja sama akademik, Yuntech juga tertarik terlibat dalam proyek lingkungan berbasis Reduce, Reuse, and Recycle (3R) yang diinisiasi UNP Kediri.
“Kami sangat berharap mahasiswa Yuntech Taiwan bisa bergabung dalam proyek lingkungan tersebut. Kami ingin berkontribusi langsung bagi masyarakat lokal Kediri sekaligus belajar banyak hal di bawah arahan dan kepemimpinan Wakil Rektor UNP Kediri,” terangnya.
Tak hanya membangun jejaring internasional, Summer Camp 2026 juga mendorong mahasiswa melahirkan inovasi bagi UMKM lokal melalui Business Competition bertema Connecting Local Product to Global Market through Digital Small Medium Enterprises. Salah satu fokusnya ialah menyusun strategi digitalisasi Tenun Ikat Kediri agar mampu menembus pasar global, di Aula A5 UNP Kediri.
Mahasiswa UNP Kediri, Elisiana, menilai potensi Tenun Ikat Kediri sangat besar jika didukung pemasaran digital yang kuat.
“Tenun ikat di Kediri itu sebenarnya luar biasa, tapi yang masih kurang adalah pemasaran secara online. Padahal sekarang ranah digital sudah meluas sekali,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa Yuntech Taiwan, Angel, mengaku terkesan dengan kualitas Tenun Ikat Kediri dan sambutan hangat civitas akademika UNP Kediri.
“Ini pertama kalinya aku kenal dengan tenun ikat ini. Teman-teman UNP juga memberikan kami selembar kain tenun. Pas aku pegang, rasanya adem banget dan motifnya sangat bagus,” tutupnya.
Melalui Summer Camp 2026, UNP Kediri tidak hanya memperluas kolaborasi internasional, tetapi juga menghadirkan ruang belajar lintas budaya, membuka akses mahasiswa menuju peluang global, serta menjadikan potensi lokal Kediri sebagai bagian dari jejaring ekonomi dan akademik dunia.























